Berita

Garuda Indonesia Tegaskan Tak Rekrut Wanita Penyamar Pramugari Batik Air

Advertisement

Garuda Indonesia angkat bicara mengenai beredarnya kabar bahwa pihaknya merekrut seorang wanita yang sebelumnya menyamar sebagai pramugari Batik Air. Maskapai pelat merah ini dengan tegas membantah informasi tersebut.

Bantahan Rekrutmen

Head of Corporate Communications Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah, menyatakan bahwa gambar yang beredar di media sosial mengenai oknum yang menyamar sebagai pramugari maskapai lokal dan kemudian diterima di Garuda Indonesia adalah tidak benar. “Menanggapi beredarnya gambar di media sosial tentang oknum yang menyamar sebagai pramugari salah satu maskapai lokal yang kemudian diterima di Garuda Indonesia adalah tidak benar,” kata Dicky dalam keterangannya, Rabu (14/1/2026).

Dicky menjelaskan bahwa foto yang viral tersebut dibuat menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Ia memastikan bahwa Garuda Indonesia belum membuka lowongan perekrutan sebagai awak kabin. “Konten tersebut dibuat menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) dan disebarkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Saat ini Garuda Indonesia belum membuka rekrutmen awak kabin. Informasi resmi terkait rekrutmen hanya tersedia di career.garuda-indonesia.com,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi sumber informasi sebelum mempercayai atau membagikannya.”

Advertisement

Kronologi Penyamaran Pramugari Batik Air

Sebelumnya, kasus penyamaran Khairun Nisa sebagai pramugari Batik Air sempat menghebohkan publik. Wanita tersebut dilaporkan bepergian menggunakan pesawat dengan mengenakan seragam yang mirip dengan pramugari Batik Air. Kejadian ini dengan cepat viral di berbagai platform media sosial.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat wanita tersebut berdandan rapi dengan rambut disanggul dan mengenakan pakaian yang sangat mirip dengan seragam pramugari Batik Air. Disebutkan bahwa wanita itu berhasil melakukan perjalanan dari Palembang menuju Jakarta dengan penampilan tersebut. Ia akhirnya diinterogasi setelah salah satu kru Batik Air merasa curiga.

Kasi Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta, Ipda Septian, membenarkan adanya kejadian tersebut. Peristiwa ini dilaporkan ke Satreskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (6/1) sekitar pukul 22.00 WIB. “Piket Satreskrim mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa adanya satu orang wanita yang diduga pramugari gadungan memakai seragam maskapai Batik Air pada saat melakukan penerbangan Pesawat Batik Air ID 7058 rute Palembang (PLM)-Jakarta (CGK) pukul 18.20 WIB,” jelas Ipda Septian dalam keterangannya, Kamis (8/1).

Advertisement