Jakarta – Seorang guru berinisial NK mengalami kecelakaan dan terluka saat melintasi banjir di kawasan Pademangan, Jakarta Utara. Petugas kepolisian dan PPSU bergerak cepat memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Erick Frendriz, menjelaskan bahwa Kapolsek Pademangan Kompol Immanuel Sinaga bersama jajarannya dan personel PPSU menemukan seorang ibu yang mengendarai sepeda motor mengalami kecelakaan akibat genangan banjir. Kejadian tersebut berlangsung di Jalan Budimulia, Pademangan Barat, Jakarta Utara pada Senin (12/1/2026) siang.
Korban, yang diketahui merupakan guru di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) 04 Kelurahan Pademangan Timur, dievakuasi menggunakan perahu karet. Petugas mendahulukan penanganan medis darurat bagi korban yang mengalami pendarahan serius.
Evakuasi Korban Banjir
“Korban mengalami pendarahan serius dan harus segera dibawa ke RSUD Pademangan Jakarta Utara. Dengan menggunakan perahu karet, Kapolsek dan anggota mengevakuasi korban menembus banjir demi keselamatan jiwa,” ujar Kombes Erick Frendriz.
Kecelakaan terjadi di tengah kondisi hujan yang masih mengguyur wilayah tersebut. Pihak Polsek Pademangan juga terus memantau area terdampak banjir dan telah mendirikan Posko Siaga Bencana 3 Pilar di setiap kelurahan di Kecamatan Pademangan.
“Tindakan cepat ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menolong warga dalam situasi darurat,” tambahnya.
Kondisi Banjir di Jakarta
Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta per pukul 18.00 WIB, tercatat ada 57 wilayah RT dan 39 ruas jalan di Jakarta yang dilanda banjir akibat curah hujan tinggi hingga sore hari. Ketinggian air dilaporkan mencapai 100 cm di salah satu RT di Kelurahan Pejaten Timur, Jakarta Selatan.
“BPBD mencatat saat ini terdapat 59 RT dan 30 ruas jalan yang tergenang,” kata Kapusdatin BPBD DKI Jakarta Mohammad Yohan dalam keterangannya, Senin (12/1).
Banjir tersebut disebabkan oleh curah hujan yang tinggi serta luapan Kali Krukut dan Kali Ciliwung. BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan dan berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan untuk menyedot genangan dan memastikan fungsi tali air berjalan baik.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, masyarakat dapat menghubungi nomor telepon 112 yang beroperasi selama 24 jam tanpa henti.






