Depok, Jawa Barat – Seorang pria berinisial DS (40) tewas ditikam di kediamannya di Cilangkap, Tapos, Kota Depok. Pelaku penusukan, Suparman (43), ternyata adalah teman korban yang sama-sama pernah bekerja sebagai juru parkir.
Motif Kesal Utang Belum Dibayar
Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka mengungkapkan bahwa hubungan antara korban dan pelaku adalah sesama teman. Keduanya pernah bekerja bersama sebagai juru parkir di sebuah swalayan.
“Hubungan antara korban dengan pelaku sesama teman. Dan memang beberapa kali juga sering ataupun pernah bekerja di satu swalayan, yaitu menjadi (juru) parkir,” tutur Made saat jumpa pers di Mapolsek Cimanggis, Jumat (9/1/2026).
Motif Suparman melakukan pembunuhan dilatarbelakangi kekesalan karena DS tak kunjung membayar utang senilai Rp 300 ribu. Menurut Made, korban telah berulang kali dimintai namun tidak diindahkan.
“Motif dari tersangka S untuk melakukan penganiayaan berat ataupun pembunuhan ini karena kesal, kesal utangnya tidak dikembalikan. Sudah berulang kali dimintai, tapi tidak dianggap ataupun tidak diindahkan oleh korban,” ungkap Made.
Kronologi Penusukan
Made menjelaskan bahwa korban DS telah dua kali meminjam uang kepada tersangka, masing-masing Rp 300 ribu. Pinjaman pertama sudah dibayarkan, namun pinjaman kedua yang belum dibayar hingga korban tewas.
“(Utangnya) Rp 300 ribu, namun dua kali. Dia sempat sudah (bayar utang yang pertama). (Utang kedua) sekitar 1 bulanan (belum dibayar),” terang Made.
Peristiwa penusukan terjadi pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, korban DS sedang beristirahat di ruang tamu rumahnya. Pelaku Suparman datang dan masuk ke rumah korban.
Kapolsek Cimanggis Kompol Jupriono menceritakan, pelaku datang mencari korban dengan berkata, “Menyeng mana Menyeng?”. Setelah melihat korban tertidur, pelaku langsung menusuk korban dari belakang menggunakan pisau.
“(Pelaku) Langsung menusukkan (pisau) ke tubuh korban di bagian belakang atau punggung korban. Setelah itu pelaku mengatakan, ‘Lu nggak tahu kalau gua orang Lampung?’,” ujar Jupriono.
Usai melakukan penusukan, pelaku melarikan diri. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Asa Cilangkap, namun nyawanya tidak tertolong.
“Korban saat sampai di RS Asa Cilangkap sudah dalam keadaan meninggal dunia. Hasil pemeriksaan rekam jantung dari RS Asa Cilangkap korban sudah dinyatakan meninggal dunia,” katanya.






