Berita

Komisi I DPR Desak Kemlu Siapkan Skenario Evakuasi Darurat WNI di Venezuela Pasca Serangan AS

Advertisement

JAKARTA, 5 Januari 2026 – Situasi keamanan di Venezuela yang memburuk pasca serangan Amerika Serikat dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro mendorong Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI segera menyiapkan skenario evakuasi darurat bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di negara tersebut.

Desakan Evakuasi Darurat

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyatakan keprihatinan mendalam atas perkembangan cepat dan penuh dinamika di Venezuela. Ia menekankan pentingnya Kemlu RI untuk memprioritaskan keselamatan seluruh WNI yang berada di sana.

“Komisi I DPR RI mengimbau Kementerian Luar Negeri untuk terus memantau perkembangan secara intensif, berkoordinasi dengan perwakilan RI di Caracas, serta menyiapkan skenario darurat apabila kondisi keamanan memburuk,” ujar Dave kepada wartawan, Senin (5/1/2025).

Dave menambahkan bahwa diplomasi yang tenang namun sigap harus dijalankan. “Diplomasi yang tenang namun sigap perlu dijalankan, agar setiap langkah yang diambil tetap sesuai dengan prinsip non-intervensi dan penghormatan terhadap kedaulatan negara,” tambahnya.

Kesiapan Pemulangan WNI

Lebih lanjut, Dave meminta Kemlu RI untuk juga menyiapkan langkah-langkah konkret terkait opsi pemulangan WNI jika ketegangan antara AS dan Venezuela terus meningkat. Ia mengingatkan agar Pemerintah RI tidak bertindak gegabah.

“Terkait opsi pemulangan WNI, Komisi I DPR RI menilai bahwa langkah tersebut harus dipersiapkan sejak dini sebagai antisipasi, namun pelaksanaannya tetap menunggu perkembangan situasi di lapangan. Artinya, kita tidak boleh gegabah, tetapi juga tidak boleh lengah. Kesiapan logistik, jalur evakuasi, dan komunikasi dengan WNI harus sudah disusun, sehingga bila keadaan mendesak, pemerintah dapat bergerak cepat,” jelasnya.

Advertisement

Posisi Diplomatis Indonesia

Menurut Dave, Indonesia perlu mempertahankan posisi diplomatis yang seimbang dengan mengedepankan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Sikap tidak berpihak namun tetap konsisten membela keselamatan warga negara menjadi kunci.

Ia memastikan Komisi I DPR RI akan terus mengawal langkah Kemlu RI untuk memastikan setiap kebijakan tetap berada dalam koridor kepentingan nasional dan sesuai dengan hukum internasional.

“Dengan demikian, pesan utama Komisi I DPR RI jelas, keselamatan WNI adalah prioritas, kesiapan evakuasi harus ada, dan diplomasi Indonesia harus tetap tegas namun bijak dalam menghadapi dinamika ini,” tegas Dave.

Latar Belakang Serangan AS

Serangan besar-besaran AS ke sejumlah titik di Venezuela yang diikuti penangkapan Presiden Nicolas Maduro pada Sabtu (3/1) dini hari merupakan puncak tekanan selama berbulan-bulan oleh pemerintahan Trump. AS menuduh Maduro sebagai pemimpin yang tidak sah dan mendukung kartel narkoba yang bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS terkait narkoba.

Sejak September 2025, pasukan AS dilaporkan telah membunuh lebih dari 100 orang dalam setidaknya 30 serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba dari Venezuela. Aksi AS ini menuai kecaman dari beberapa pemimpin internasional dan dinilai oleh para ahli hukum berpotensi melanggar hukum AS dan internasional.

Advertisement