Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara, Dwi Budi Iswahyu (DWB), beserta empat orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengurangan nilai pajak. Dalam operasi tangkap tangan, KPK berhasil menyita sejumlah barang bukti bernilai miliaran rupiah, termasuk logam mulia dan uang tunai.
Rincian Barang Bukti yang Disita
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa total barang bukti yang diamankan mencapai Rp 6,38 miliar. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- Uang tunai: Rp 793 juta
- Uang dalam pecahan Dolar Singapura (SGD): 165 ribu, setara dengan Rp 2,16 miliar
- Logam mulia: 1,3 kg, senilai Rp 3,42 miliar
Barang bukti ini disita dari para tersangka dalam operasi penangkapan yang dilakukan di Jakarta.
Modus Operandi Suap Pengurangan Pajak
Dugaan suap ini melibatkan Dwi Budi Iswahyu (DWB) bersama Kepala Seksi Pengawas dan Konsultasi KPP Jakut, Agus Syaifudin (AGS), dan tim Penilai di KPP Madya Jakut, Askob Bahtiar (ASB). Mereka diduga menerima suap dari PT Wanatiara Persada (WP) terkait dengan potensi kekurangan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB).
Menurut Asep, PT WP berpotensi memiliki kewajiban membayar pajak sebesar Rp 75 miliar. Namun, setelah melalui negosiasi dengan pejabat pajak tersebut, PT WP hanya membayar Rp 15,7 miliar.
“Tim pemeriksa dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara, melakukan pemeriksaan guna menelusuri adanya potensi kekurangan pembayaran PBB. Hasilnya, terdapat temuan potensi kurang bayar sekitar Rp 75 miliar,” ujar Asep.
Pejabat pajak Jakut tersebut diduga melakukan tawar-menawar dengan PT WP hingga akhirnya kewajiban pajak yang harus dibayar menyusut menjadi Rp 15 miliar. Tersangka diduga menerima suap sebesar Rp 4 miliar dalam kasus ini.
“Tadi pemberian 4 miliar, tapi yang kita amankan 6 miliar lebih. Pada saat kami melakukan penangkapan, didapat juga beberapa bukti dalam hal ini ada logam mulia dan uang yang lain dari para tersangka, pada saat itu masih terduga, itu yang diakui oleh terduga itu juga diperoleh dari hal yang sama, tapi dalam waktu yang lampau, jadi tidak hanya dari PT WP ini saja, jadi dari beberapa wajib pajak yang lain, sehingga itu juga bagian dari tindak pidana yang lain,” jelas Asep.
Daftar Tersangka
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka, yang terbagi dalam dua kategori:
Tersangka Penerima Suap/Gratifikasi:
- Dwi Budi Iswahyu (DWB), Kepala KPP Madya Jakarta Utara
- Agus Syaifudin (AGS), Kepala Seksi Pengawas dan Konsultasi KPP Madya Jakarta Utara
- Askob Bahtiar (ASB), tim Penilai di KPP Madya Jakarta Utara
Tersangka Pemberi Suap:
- Abdul Kadim Sahbudin (ABD), Konsultan Pajak PT WP
- Edy Yulianto (EY), Staf PT WP






