Jakarta – Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan 916 personel gabungan untuk mengamankan perayaan Ibadah Natal Nasional 2025 yang akan berlangsung di Tenis Indoor Komplek Gelora Bung Karno (GBK). Langkah ini diambil demi memberikan pelayanan dan jaminan keamanan bagi seluruh jemaat yang hadir.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung menyatakan kesiapan jajarannya. “Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kami yang akan beribadah Natal. Pelayanan ini kami laksanakan dengan tulus ikhlas, penuh rasa hormat,” katanya, Senin (05/01/2026), dilansir Antara.
Selain pengamanan, Kapolres juga mengingatkan jemaat untuk senantiasa menjaga ketertiban dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan. Ia mengimbau agar barang berharga seperti telepon genggam, dompet, dan perhiasan disimpan dengan baik untuk menghindari jambret dan copet.
“Apabila membutuhkan bantuan atau mengalami gangguan kamtibmas, segera hubungi pusat layanan (call center) 110 atau petugas kepolisian terdekat,” ujar Reynold.
Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas
Perayaan Natal Nasional dijadwalkan dimulai pada Senin sore. Kepolisian memprediksi akan terjadi peningkatan aktivitas masyarakat di kawasan GBK, sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas.
Untuk itu, pengguna jalan diimbau untuk mengantisipasi dan mencari jalur alternatif. “Kami mengimbau masyarakat yang melintas di sekitar Tennis Indoor Kompleks GBK Senayan agar menggunakan jalur alternatif. Pengaturan arus lalu lintas, akan kami lakukan secara situasional dengan melihat eskalasi di lapangan, demi kenyamanan bersama,” tutur Reynold.
Polri Hadir Sebagai Pelindung dan Sahabat
Reynold menegaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian bukan semata-mata menjalankan tugas negara, melainkan sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan tulus kepada masyarakat. Ia menekankan komitmen Polri dalam menghadirkan rasa aman yang bersahabat.
Sebagai wujud komitmen tersebut, seluruh personel yang terlibat pengamanan tidak dibekali senjata api. “Kami ingin kehadiran petugas benar-benar dirasakan sebagai pelindung dan sahabat masyarakat. Oleh karena itu, personel tidak dibekali senjata api dan kami tekankan sikap santun, ramah, serta siap membantu jemaat kapan pun dibutuhkan,” imbuhnya.






