Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan anggaran tambahan untuk memperpanjang pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 30 hari ke depan. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi banjir di tengah potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda ibu kota.
Anggaran Ekstra untuk Efektivitas
Staf Khusus Gubernur Jakarta, Chico Hakim, menyatakan bahwa Pemprov DKI siap mengalokasikan dana lebih untuk memperpanjang OMC jika diperlukan. Menurutnya, strategi ini dinilai lebih efisien dibandingkan harus menangani dampak banjir besar.
“Pemprov bahkan menyiapkan anggaran untuk memperpanjang OMC hingga 30 hari jika diperlukan, karena dianggap lebih efisien dibanding menangani banjir besar,” ujar Chico Hakim kepada wartawan pada Kamis (15/1/2026).
Evaluasi Efektivitas Operasi Modifikasi Cuaca
OMC sendiri telah dilaksanakan oleh Pemprov DKI sejak 13 Januari 2026 dan dijadwalkan berlangsung selama lima hari hingga 17 Januari 2026. Chico menilai bahwa operasi ini telah menunjukkan efektivitas yang cukup baik dalam meredam dampak cuaca ekstrem.
“Upaya ini cukup efektif dalam meredam intensitas dan durasi hujan. Contohnya, pada 13 Januari, hujan yang turun di Jakarta relatif singkat dan tidak sepanjang prediksi tanpa intervensi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa tanpa intervensi modifikasi cuaca, durasi hujan yang panjang berpotensi menyebabkan banjir yang lebih luas dan parah. Oleh karena itu, perpanjangan OMC hingga 30 hari akan dipertimbangkan jika kondisi cuaca ekstrem terus berlanjut.
“Secara keseluruhan, OMC membantu menekan risiko banjir signifikan meski hujan masih terjadi,” imbuhnya.
Upaya Pencegahan Lain: Pemangkasan Pohon
Selain fokus pada modifikasi cuaca, Pemprov DKI juga gencar melakukan pemangkasan pohon-pohon tua dan yang dinilai rentan tumbang di berbagai wilayah Jakarta. Tindakan ini merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana untuk mengantisipasi pohon tumbang saat cuaca ekstrem melanda.
“Pemangkasan pohon yang rentan (juga) terus dilakukan,” pungkas Chico Hakim.






