Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, telah resmi ditutup pada Jumat (10/1/2026). Satu anak dari pelatih Valencia CF, Martin Carreras Fernando, yang menjadi korban dalam insiden tersebut dilaporkan tidak ditemukan.
Pencarian Dihentikan Setelah 15 Hari
Kepala Kantor Basarnas Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, menyatakan bahwa pencarian korban secara resmi dihentikan pada pukul 12.00 Wita. “Sekitar jam 12.00 Wita kami sudah kembali dari proses pencarian,” ujar Fathur Rahman, mengonfirmasi penutupan operasi SAR oleh Badan SAR Nasional.
Fernando bersama tiga anaknya menjadi korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, pada Jumat (26/12/2025) malam. Hingga kini, tiga jenazah korban telah berhasil ditemukan, yaitu Fernando sendiri, putrinya yang berusia 12 tahun, dan anak laki-lakinya yang berusia 10 tahun.
Jasad Fernando ditemukan mengapung pada 4 Januari 2026, sementara jenazah putrinya ditemukan pada 29 Desember 2025. Keduanya ditemukan di sekitar perairan Pulau Rinca dan Pulau Serai. Jenazah anak laki-laki Fernando, yang berusia 10 tahun, ditemukan di dalam bangkai kapal pinisi yang mereka tumpangi pada Selasa (6/1/2026). Kapal tersebut terdampar di Pantai Pede, Pulau Komodo, berjarak sekitar 14 kilometer dari lokasi awal kapal tenggelam.
Sementara itu, istri dan anak bungsu Fernando dilaporkan selamat dari insiden tragis yang terjadi sehari setelah Hari Natal tersebut.






