Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Pihak PT Angkasa Pura Kantor Cabang Bandara Adisutjipto Yogyakarta menegaskan bahwa penerbangan pesawat tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Penerbangan Sesuai Prosedur
General Manager (GM) PT Angkasa Pura Kantor Cabang Bandara Adisutjipto Yogya, Kolonel Pnb. Wibowo Cahyono Soekadi, menyatakan bahwa pesawat dengan nomor penerbangan tersebut berangkat dari Bandara Adisutjipto pada pukul 08.08 WIB menuju Kota Makassar. Ia memastikan seluruh tahapan prosedur, mulai dari pemeriksaan di X-Ray, Security Check Point (SCP), hingga proses boarding, telah dijalankan dengan semestinya.
“Semua prosedur dari keberangkatan pemeriksaan di X-Ray, di SCP-nya (Security Check Point) sudah kita lakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku di bandara, kemudian di ruang tunggu, setelah itu boarding menuju ke Makassar,” jelas Wibowo.
Wibowo juga mengklarifikasi jumlah kru dan penumpang yang berada di dalam pesawat. Menurutnya, total terdapat 10 orang di dalam pesawat, angka ini berbeda dari data awal yang sempat disampaikan oleh Basarnas Makassar.
Kondisi Cuaca Sedikit Berawan
Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, memberikan keterangan mengenai kondisi cuaca saat pesawat ATR 42-500 melakukan penerbangan. Ia menyebutkan bahwa cuaca di sekitar lokasi kejadian dilaporkan sedikit berawan.
“Informasi awal terkait kondisi cuaca pada saat kejadian menunjukkan jarak pandang (visibility) sekitar 8 kilometer dengan kondisi cuaca di sekitar area dilaporkan sedikit berawan,” ujar Lukman F. Laisa dalam keterangannya.






