JAKARTA – Terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Rabu (14/1/2026), terdakwa kasus suap perkara minyak goreng, Ariyanto Bakri, ternyata pernah membeli dua mobil mewah, yakni Ferrari dan Porsche, dengan total nilai Rp 25 miliar. Pembelian kedua kendaraan tersebut dilakukan secara tunai atau cash, baik menggunakan mata uang rupiah maupun dolar Amerika.
Pembelian Mobil Mewah
Kesaksian ini disampaikan oleh Sales Manager TDA Luxury Toys, Wahyu Eka Fitriyani, yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Ariyanto Bakri dan Marcella Santoso.
Wahyu menjelaskan bahwa Ariyanto Bakri membeli mobil Ferrari SF90 Spider pada akhir tahun 2024 dan Porsche GT3 RS pada awal tahun 2025. Kedua mobil tersebut dibeli dalam status off the road.
“Pak Ariyanto pernah beli apa di sana?” tanya hakim.
“Kebetulan Pak Ari ada pembelian dua unit mobil yaitu Ferrari SF90 Spider dan Porsche GT3 RS,” jawab Wahyu.
Hakim kembali mengonfirmasi, “Yang merah tadi?”
“Betul, Pak,” sahut Wahyu.
Rincian Harga dan Pembayaran
Menurut keterangan Wahyu, harga mobil Ferrari yang dibeli Ariyanto mencapai Rp 15,5 miliar, sementara Porsche senilai Rp 9,5 miliar. Pembayaran kedua mobil mewah ini dilakukan secara tunai.
“Nomor 9 Ferrari itu harganya Rp 15,5 miliar?” tanya jaksa.
“Betul, Pak. Pembelian mobilnya, kedua mobil tersebut dilakukan pembelian off the road, untuk SF90-nya itu dibeli sebesar Rp 15.500.000.000,” jawab Wahyu.
“Kemudian untuk Porche Rp 9.500.000.000 apa benar?” tanya jaksa.
“Betul pak, Rp 9,5 miliar, off the road,” jawab Wahyu.
Saat ditanya mengenai metode pembayaran, Wahyu merinci bahwa pembayaran dilakukan secara cash, menggunakan kombinasi dolar Amerika dan rupiah.
“Kalau untuk pembayarannya dilakukan secara cash,” ujar Wahyu.
Ia menambahkan, untuk pembelian Ferrari SF90, pembayaran awal dilakukan dengan uang dolar sebesar 5.000 USD, sisanya ditransfer. “Sisanya sebesar Rp 785 juta,” ungkap Wahyu.
Sementara itu, untuk pembelian Porsche, pembayaran juga menggunakan dolar Amerika dan sisanya ditransfer. “Saat itu dolarnya dibayar bertahap ya, Pak, ada yang 30 ribu USD dan sisanya transfer,” jelas Wahyu.






