Ayah penyanyi cilik Farel Prayoga, Joko Suyoto, akhirnya bebas dari penjara setelah menjalani proses hukum terkait kasus judi online. Tak lama setelah keluar, Joko langsung meluapkan emosinya kepada manajer Farel, Rais, yang disebutnya menyinggung honor sang anak mencapai Rp10 miliar.
Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang beredar di TikTok. Dalam video itu, Joko meminta Rais membuktikan tudingannya bahwa ia telah menghabiskan uang hasil kerja Farel hingga Rp10 miliar. Joko mengakui penghasilan Farel dari dunia hiburan memang sudah mencapai miliaran rupiah, namun nominal tersebut jauh dari klaim manajer.
“Kalau miliaran memang ada miliaran, tapi kalau sampai 10, eh, jauh sekali nominalnya,” ujar Joko Suyoto saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (16/1/2026).
Terkait aset yang dimiliki Farel, Joko mengaku putranya tidak memiliki banyak harta. Ia menyebut Farel tidak punya mobil dan hanya memiliki rumah di kampung halaman. “Kalau mobil enggak ada. Rumah ada di kampung. Kemarin sempat ada, tapi belum sempat tunas, dijual lagi. Tanah dijual juga, Farel sendiri sama manajernya. Yang lainnya masih tanah-tanah kosong,” kata Joko.
Untuk aset di Jakarta, Joko memastikan Farel belum memiliki rumah dan belum punya apa-apa. “Enggak ada, belum punya apa-apa. Di Jakarta enggak punya. Adalah motornya ada, motor,” ujarnya.
Joko merasa dirugikan dengan pernyataan Rais yang disampaikan melalui podcast dan wawancara media. Ia mengaku memilih diam selama ini demi menghindari sensasi. “Sebetulnya banyak, tentang omongan dia lewat podcast, lewat wawancara. Bahkan saya kan kemarin sempat diam. Setelah Farel itu turun bicara, saya diam. Eh, kok malah si manajernya itu yang nyerocos, bahkan satu hari bisa dua kali, tiga kali,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung keterlibatan Komnas dalam persoalan tersebut dan mempertanyakan alasan pelaporan yang menurutnya semakin melebar. “Kok semakin ke mana-mana. Sampai diadatkan ke Komnas. Ke Komnas ngapain? Loh, kan minta perlindungan,” ujarnya.
Joko menduga Farel mendapat arahan dari orang dewasa di sekitarnya terkait pelaporan tersebut. “Saya bilang, kalau Farel enggak dituntun ke situ sih enggak mungkin tahu. Mungkin ketutur atau diarahkan, ‘Kamu harus bilang harus begini.’ Namanya anak kecil. Walaupun dia bilang sudah dewasa, tetap anak kecil kalau Farel itu. Baru usia 16,” jelas Joko.
Sebagai orang tua, Joko mengaku telah berusaha memberikan yang terbaik untuk putranya, meski menyadari masih ada kekurangan. “Kalau menurut saya, ya sudahlah. Tapi ada juga sih kekurangan. Saya bilang sebaik orang tua itu enggak sepenuhnya terlalu menuntut anak juga. Kalau menurut saya, ya puas sebenarnya saya itu,” tuturnya.
Joko menutup dengan menggambarkan latar belakang kehidupannya sebagai warga kampung. “Namanya orang kampung itu bagaimana? Dalam pendidikan di kampung sehari-hari ya seperti itu. Kalau di kota bisa ke mal, kalau di sana paling bisa ke sawah,” pungkasnya.






