Komika Pandji Pragiwaksono menyatakan tidak menyesal atas penayangan special show “Mens Rea” di Netflix, meskipun pertunjukan tersebut menuai beragam kritik dari publik. Pandji menegaskan bahwa tujuannya adalah agar “Mens Rea” ditonton oleh sebanyak mungkin orang.
Respons Terhadap Kritik
“Gue sudah tahu pasti akan ada yang suka dan akan ada yang tidak suka. Itu sangat biasa,” ujar Pandji dalam siaran langsung Instagramnya pada Sabtu (10/1/2026). Ia menambahkan, “Karena dari gue bikin Mens Rea, gue bercita-cita supaya sebanyak-banyaknya orang yang nonton Mens Rea.”
Pertunjukan yang kini dianggap sebagian pihak menjadi bumerang bagi Pandji tersebut, justru tidak membuatnya gentar. “Tapi gue sama sekali tidak menyesal. Gue bahkan happy, happy banget bahkan, sangat happy. Positifnya jauh lebih besar dari negatifnya,” tutur Pandji.
Laporan Polisi
Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono dilaporkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah ke Polda Metro Jaya pada Rabu (7/1/2026). Laporan tersebut terkait dugaan pencemaran nama baik melalui materi pertunjukan komedi “Mens Rea”.
Pelapor menyerahkan sejumlah barang bukti berupa rekaman dan materi yang disampaikan Pandji melalui salah satu platform digital. Materi tersebut dinilai mengandung unsur yang merendahkan dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Tentang “Mens Rea”
“Mens Rea” mulai tayang di Netflix sejak 27 Desember 2025 tanpa sensor. Dalam pertunjukannya, Pandji membahas berbagai isu sosial dan politik terkini dengan gaya observasi yang tajam dan berani. Ia menyoroti carut-marut perpolitikan pasca-Pemilu 2024, menguliti perilaku pejabat publik, hingga menyinggung sejumlah tokoh besar yang kerap dianggap tabu untuk dibicarakan secara terbuka.
Materi yang dibawakan dinilai relevan dengan kondisi demokrasi Indonesia, dibalut komedi satire yang tidak hanya mengundang tawa, tetapi juga mengajak penonton berpikir.






