Sepakbola

Viktor Gyokeres Mandul 1.010 Menit Tanpa Gol Open Play, Arsenal Cemas

Advertisement

Arsenal menghadapi situasi yang kurang menguntungkan terkait performa penyerang anyarnya, Viktor Gyokeres. Investasi besar yang digelontorkan klub belum membuahkan hasil maksimal, menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar dan analis.

Performa Mengecewakan di Paruh Musim

Viktor Gyokeres dibeli Arsenal dengan mahar 63,5 juta Paun pada bursa transfer musim panas tahun lalu. Ia didatangkan dengan ekspektasi tinggi untuk menjadi mesin gol yang akan mendongkrak peluang tim dalam perburuan gelar Liga Inggris. Namun, hingga paruh musim berjalan, kontribusi Gyokeres belum sesuai harapan. Ia baru mencetak lima gol dari 19 pertandingan di Liga Inggris.

Kelima gol tersebut tercipta dalam empat laga berbeda, dengan dua gol bersarang di gawang Leeds United, dan masing-masing satu gol ke gawang Nottingham Forest, Burnley, serta Everton. Catatan ini tentu jauh dari ekspektasi yang dibebankan pada seorang penyerang sekelas Gyokeres.

Catatan Buruk Gol Open Play

Lebih mengkhawatirkan lagi, Gyokeres menunjukkan kesulitan dalam mencetak gol dari skema permainan terbuka atau open play. Terakhir kali ia mencatatkan namanya di papan skor melalui skema ini adalah saat melawan Nottingham Forest pada 13 September 2025. Data dari Opta mencatat, pemain internasional Swedia itu telah melewati 1.010 menit tanpa mampu mencetak gol dari permainan terbuka.

Gol-gol yang ia cetak belakangan ini pun berasal dari situasi bola mati. Gol ke gawang Burnley pada 1 November dicetak dari tendangan sudut, sementara gol ke gawang Everton tercipta dari eksekusi penalti. Situasi ini menjadi ancaman serius bagi Arsenal, terutama menjelang fase krusial dalam perburuan gelar juara Liga Inggris.

Advertisement

Kritik dari Legenda Arsenal

Situasi ini turut mendapat sorotan dari mantan pemain Arsenal, Paul Merson. Ia menilai bahwa Arsenal tidak memiliki pencetak gol alami yang bisa diandalkan dalam situasi genting.

“Menurut saya Arsenal tidak punya pencetak gol alami. Gyokeres datang dan seharusnya jadi sosok itu, tapi bagi saya dia bukan pencetak gol alami,” ujar Paul Merson.

“Dia tak pernah melakukan tap-in, dia tak banyak dapat gol, titik. Ketika nanti persaingan sampai di delapan laga terakhir, dan situasi jadi amat gugup, Anda mungkin butuh sesuatu muncul dari ketiadaan,” imbuhnya.

Kritik Merson menyoroti kebutuhan Arsenal akan sosok penyerang yang mampu mencetak gol di saat-saat krusial, sebuah kualitas yang sejauh ini belum ditunjukkan secara konsisten oleh Viktor Gyokeres.

Advertisement