Berita

24 Desa di Aceh Tengah Masih Terisolasi Akibat Banjir dan Longsor November 2025

Advertisement

ACEH TENGAH – Sebanyak 24 desa atau gampong di Kabupaten Aceh Tengah masih terisolasi hingga Jumat, 16 Januari 2026. Akses menuju wilayah tersebut terputus total akibat banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 26 November 2025. Kerusakan infrastruktur seperti jembatan dan jalan menjadi penyebab utama isolasi ini.

Rincian Wilayah Terdampak

Juru bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, menjelaskan bahwa wilayah yang masih terisolasi tersebar di lima kecamatan. Ia merinci data tersebut berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah.

  • Kecamatan Bintang: Satu desa, yaitu Desa Serule, masih terisolasi dengan 582 jiwa terdampak. Akses jalan tertutup timbunan longsor, tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun empat.
  • Kecamatan Ketol: Menjadi kecamatan dengan desa terisolasi terbanyak, meliputi sembilan desa: Bergang, Karang Ampar, Pantan Reduk, Serempah, Bah, Bintang Pepara, Buge Ara, Kekuyang, dan Burlah. Total penduduk terdampak mencapai 4.951 jiwa. Isolasi disebabkan jembatan putus dan longsor yang menutup badan jalan. Sebagian desa seperti Serempah dan Bah sudah bisa dilalui roda dua, namun roda empat belum bisa.
  • Kecamatan Silih Nara: Dua desa, Terang Engon dan Bius Utama Dusun Gantung Langit, masih terisolasi dengan 254 jiwa terdampak. Jembatan Mulie dan Jembatan Gantung Langit putus, sehingga akses tidak dapat dilalui kendaraan jenis apa pun.
  • Kecamatan Rusip Antara: Lima desa, yaitu Pilar Jaya, Pilar Weh Kiri, Tirmiara, Mekar Maju, dan Arul Pertik, masih terisolasi dengan total 2.765 jiwa terdampak. Akses roda dua mulai terbuka di beberapa desa, namun roda empat belum dapat melintas akibat timbunan longsor dan jembatan yang putus.
  • Kecamatan Linge: Tujuh desa, yaitu Linge, Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat, Reje Payung, Penarun, dan Umang, masih terisolasi dengan total 2.362 jiwa terdampak. Jembatan Kala Ili putus dan longsor di sejumlah titik jalan menjadi penyebabnya. Akses roda dua hanya bisa sampai Desa Penarun dan Umang, sementara roda empat belum dapat melintas.

Upaya Penanganan

Murthalamuddin menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya mempercepat penanganan darurat dan pemulihan akses ke wilayah-wilayah yang masih terisolasi. Upaya ini termasuk pembukaan jalur darat sementara dan perbaikan infrastruktur yang rusak.

Advertisement

“Upaya penanganan terus dilakukan secara bertahap agar akses masyarakat kembali normal, terutama di desa-desa yang hingga kini masih terisolir,” kata Murthalamuddin.

Advertisement