Berita

Ara Ungkap Arahan Prabowo: Natal Nasional 2025 Digelar Sederhana, Libatkan UMKM

Advertisement

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa perayaan Natal Nasional 2025 akan dilaksanakan secara sederhana. Hal ini sejalan dengan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Arahan Tiga Hal Penting

Maruarar Sirait, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Natal Nasional 2025, menyampaikan laporan pelaksanaan acara tersebut di Tenis Indoor, Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (5/1/2026). Ia menyatakan, “Saya mendapatkan arahan dari Bapak untuk menjalankan tiga hal penting. Nomor satu, sederhana. Kami berusaha untuk menterjemahkan.”

Dukungan UMKM dan Pengisi Acara Lokal

Kesederhanaan perayaan Natal Nasional 2025 diterjemahkan panitia dengan memberikan kesempatan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menyediakan makanan yang disajikan. “Kami berusaha menerjemahkan sederhana, semua makanan, termasuk yang dihidangkan buat Bapak Presiden, buat Bapak Wakil Presiden, dan buat sahabat-sahabat para Menteri Kabinet Merah Putih, semuanya adalah makanan dari UMKM, Pak,” ungkap Ara.

Selain itu, perayaan tahun ini tidak mengundang artis nasional. Sebagai gantinya, panitia mengajak penyanyi-penyanyi gereja dari berbagai daerah. “Kemudian hari ini, Pak, tidak ada artis nasional. Tidak ada artis nasional, tapi kami siapkan yang tidak kalah hebatnya, Pak. Ada penyanyi-penyanyi, bisa ditampilkan, ada dari Papua, ada dari NTT. Penyanyi-penyanyi di gereja. Penyanyi dari Sumatera Utara. Mudah-mudahan, sesudah hari ini, mereka makin dikenal dan makin menyala, Pak. Supaya bisa berdampak. Jadi tidak ada artis nasional, malam ini, Pak,” jelas Ara.

Advertisement

Pohon Natal Unik dan Tamu Kehormatan Terbatas

Inovasi kesederhanaan lain terlihat pada pembuatan pohon Natal yang terbuat dari berbagai buah-buahan yang berasal dari berbagai daerah. Jumlah jemaat tamu kehormatan yang diundang pun dibatasi, yakni sebanyak 3.000 orang.

Tamu kehormatan tersebut terbagi dalam beberapa kategori: 500 tamu dari koster gereja atau pengurus gereja, 500 guru sekolah minggu, 500 guru agama Kristen dan Katolik, 500 anak yatim piatu, 500 anak sekolah minggu, serta 500 penyandang disabilitas.

“Inilah 3.000 tamu kehormatan kami yang terdiri dari koster gereja, anak yatim piatu, anak sekolah minggu, guru sekolah minggu, guru agama Kristen dan Katolik, dan juga saudara-saudara kita disabilitas,” pungkasnya.

Advertisement