Kebutuhan fisioterapi seringkali menjadi kendala bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi. Menyadari hal ini, Kementerian Sosial RI melalui Rumah Terapi Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Bekasi, Jawa Barat, menyediakan fasilitas terapi rehabilitasi kelumpuhan bagi mereka yang membutuhkan.
Muhammad Adriyan (5), putra ketiga dari Hamdayu (46), merasakan manfaat besar dari fasilitas Kemensos RI ini. Ia rutin menjalani terapi meskipun harus menempuh perjalanan sekitar 29 kilometer atau satu jam dari kediamannya di Cibarusah, Kabupaten Bekasi, menuju Rumah Terapi Sentra Terpadu Pangudi Luhur.
Keluarga Adriyan mengetahui keberadaan rumah terapi ini melalui komunitas Rumah Cerebral Palsy. Tantangan transportasi dan kondisi Adriyan yang mudah lelah selama perjalanan menjadi perhatian utama bagi Hamdayu.
Setelah dua bulan menjalani terapi rawat jalan, Adriyan kini mendapatkan pelayanan residensial di Sentra Terpadu Pangudi Luhur. Ia tinggal di asrama yang menyediakan pemenuhan kebutuhan dasar secara menyeluruh, memungkinkan terapi berjalan lebih optimal.
Di rumah terapi, Adriyan menerima layanan terapi okupasi dan fisioterapi secara terjadwal dan intensif sesuai dengan kondisinya. “Saya sangat bersyukur dan merasa sangat terbantu. Fasilitasnya nyaman, Adriyan tidak perlu lagi kelelahan di perjalanan, dan terapi bisa berjalan lebih maksimal,” ujar Hamdayu dalam keterangan tertulis, Rabu (14/1/2026).
Hamdayu menceritakan awal mula kondisi sang anak. Ketika berusia 11 bulan, Adriyan mengalami kejang hebat yang berdampak serius pada tumbuh kembangnya. Perkembangan tubuhnya terhambat, mengalami mati rasa, hingga akhirnya lumpuh total. Bahkan, Adriyan tidak memberikan respons apa pun saat dicubit.
Menilik rekam medis anaknya, Hamdayu meyakini keputusannya membawa Adriyan ke Rumah Terapi Pangudi Luhur adalah langkah yang tepat. Pelayanan yang terintegrasi menjadi salah satu keunggulannya. Sembari menunggu perkembangan terapi Adriyan, Hamdayu sempat mengikuti kegiatan vokasional menjahit yang disediakan di sentra tersebut.
“Harapan saya, semoga ke depan Adriyan menunjukkan banyak kemajuan dan bisa pulih serta tumbuh seperti anak-anak lainnya,” tutup Hamdayu.






