Sebanyak empat orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang merupakan awak kapal penangkap ikan dilaporkan diculik oleh kelompok penyerang bersenjata di lepas pantai Gabon, Afrika Tengah. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI saat ini tengah berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan keselamatan para korban.
Koordinasi Intensif dengan Otoritas Gabon
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl, mengonfirmasi adanya insiden tersebut. Ia menyatakan bahwa Konsulat Kehormatan RI di Libreville, ibu kota Gabon, yang berada di bawah akreditasi KBRI di Yaounde, Kamerun, telah menjalin komunikasi dengan pihak berwenang Gabon.
“KBRI di Yaounde, Kamerun, yang wilayah akreditasi kerjanya merangkap Gabon, telah berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Liberville (ibu kota Gabon),” ujar Vahd Nabyl saat dihubungi, Selasa (13/1/2026).
Dalam insiden ini, kelompok bajak laut dilaporkan menculik sembilan orang pelaut, di mana empat di antaranya adalah WNI. KBRI juga telah meminta bantuan kepada otoritas Gabon untuk mendukung upaya penyelamatan dan memastikan keamanan para WNI yang menjadi korban penculikan.
“KBRI juga mengupayakan permohonan bantuan Pemerintah Gabon untuk dukungan bantuan dan keselamatan bagi para WNI tersebut,” tambahnya.
Kemlu RI belum dapat memberikan informasi yang lebih rinci mengenai kronologi pasti dan detail lainnya. Masyarakat diminta untuk mengikuti perkembangan lebih lanjut dari pihak Kemlu.
Kronologi Serangan Bajak Laut
Peristiwa penculikan ini terjadi pada Sabtu malam (10/1/2026) di atas kapal penangkap ikan yang berbendera Gabon. Kelompok penyerang yang diduga bajak laut, bersenjata, berhasil menaiki kapal tersebut di lepas pantai Gabon.
Kepala Staf Angkatan Laut Gabon, Hubert Bekale Meyong, dalam sebuah pernyataan video yang disiarkan oleh media Gabon dan dilansir AFP, menjelaskan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh tiga orang bersenjata. Akibatnya, sembilan awak kapal diculik, termasuk lima warga negara Tiongkok dan empat warga negara Indonesia.
“Serangan ini, yang dilakukan oleh tiga orang bersenjata, menyebabkan penculikan sembilan awak kapal, termasuk lima warga negara Tiongkok dan empat warga negara Indonesia,” kata Meyong.
Kapal penangkap ikan yang menjadi korban, IB Fish 7, dilaporkan sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan sekitar tujuh mil laut barat daya Ekwata, di perairan Gabon, ketika serangan terjadi.
“Kapal penangkap ikan IB Fish 7, yang mengibarkan bendera Gabon, menjadi korban serangan perompak saat sedang menangkap ikan sekitar tujuh mil laut barat daya Ekwata, di perairan Gabon,” jelas Meyong.
Sementara itu, enam pelaut lainnya yang berasal dari Indonesia, Tiongkok, dan Burkina Faso dilaporkan tetap berada di atas kapal. Pihak berwenang Gabon telah menemukan kapal pukat tersebut dan mengawalnya ke pelabuhan Libreville. Saat ini, otoritas Gabon tengah melakukan investigasi mendalam terkait insiden pembajakan ini.
Insiden ini menambah daftar panjang aksi pembajakan yang kerap terjadi di Teluk Guinea, sebuah wilayah perairan yang membentang lebih dari 5.700 kilometer dari Senegal hingga Angola di lepas pantai barat Afrika.






