Pemalang – Proses evakuasi jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki yang ditemukan meninggal dunia di Gunung Slamet, Jawa Tengah, memakan waktu 15 jam. Jenazah korban berhasil dibawa menuju Basecamp Dipajaya, Pemalang, pada Rabu (14/1/2026) pukul 10.30 WIB.
Penemuan Jasad Setelah 17 Hari Pencarian
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, mengonfirmasi penemuan jasad Syafiq Ali. “Alhamdulillah pada hari ini, Rabu (14/1/2026), jam 10.30 WIB, diinfokan dari relawan mandiri yang berada di puncak Gunung Slamet. Menginformasikan survivor Ali sudah ditemukan dalam kondisi MD (meninggal dunia),” ujar Catur, dilansir detikJateng, Rabu (14/1).
Proses pencarian Syafiq Ali sendiri telah berlangsung selama 17 hari. Jasadnya ditemukan oleh tim SAR pada tahap pencarian kedua.
Proses Evakuasi yang Menantang
Catur menjelaskan bahwa proses pengangkatan jenazah membutuhkan waktu yang tidak sebentar. “Info terakhir jam 14.00 WIB, untuk menaikkan jenazah Mas Ali membutuhkan waktu kurang lebih 15 jam sampai dengan Basecamp Dipajaya,” ungkapnya.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Syafiq Ali akan dibawa ke RSUD Pemalang untuk disucikan sebelum dibawa ke rumah duka di Kota Magelang. “Kami sudah koordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Pemalang, jenazah nanti akan langsung dibawa ke rumah sakit (RSUD Pemalang). Disucikan di sana, baru nanti akan dibawa ke Kota Magelang langsung ke rumah duka,” beber Catur.
Lokasi Penemuan dan Detail Pencarian
Syafiq Ali ditemukan pada pukul 10.22 WIB di jalur punggungan Gunung Malang, dekat area Batu Watu Langgar. Penemuan ini merupakan hasil dari tim SAR tahap kedua yang baru beroperasi selama dua hari.
Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, dalam rekaman video yang diterima detikJateng, Rabu (14/1), membenarkan detail penemuan tersebut. “Survivor ditemukan sekitar pukul 10.22 WIB di jalur punggungan Gunung Malang, tepatnya di sekitar area Batu Watu Langgar. Penemuan ini merupakan hasil pencarian hari ke-17, dengan tim SAR tahap dua yang baru melakukan pencarian selama dua hari,” kata Sutrisno.






