Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan perhatiannya yang mendalam terhadap program Sekolah Rakyat, khususnya kepada para siswa. Berbagai momen menyentuh tercipta, menegaskan tekad dan komitmen Presiden untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Pesan Pribadi untuk Siswa
Perhatian Presiden terlihat saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan pada Kamis, 11 September 2025. Secara spontan, Presiden Prabowo menuliskan pesan pribadi di buku catatan milik Juniar Diah Afifah (16), seorang siswi di kamar asrama. Pesan yang baru disadari Juniar usai kunjungan Presiden itu berbunyi, “Belajarlah yang baik, hormati guru. Cintai ayah dan ibu. Rajin sembahyang. Selalu sopan dengan teman. Olahraga selalu. Cintai Tanah Air. Semangat terus. Selalu gembira!”. Pesan ini dibagikan melalui keterangan tertulis pada Minggu, 11 Januari 2026.
Juniar mengaku terkejut dan gembira menerima pesan tersebut, bahkan langsung membagikannya kepada teman-teman di asrama. Momen ini menjadi bukti kedekatan emosional antara Presiden dan para siswa.
Surat dari Cibinong dan Bandung
Kedekatan Prabowo dengan siswa Sekolah Rakyat juga terlihat saat ia membaca surat dari Erni Andayani, siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 Cibinong. Momen ini diunggah melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet Teddy Indra Wijaya pada Senin, 28 Juli 2025. Dalam suratnya, Erni menyampaikan manfaat yang dirasakan dari Sekolah Rakyat, termasuk fasilitas belajar yang lengkap, makanan bergizi, dan harapan akan masa depan yang lebih jelas.
Perhatian serupa datang dari Muhammad Daffa Rasyid, siswa SRMP 2 Bandung Barat. Dalam surat ucapan ulang tahun ke-74 yang ditulisnya pada 17 Oktober 2025 dan dibaca Presiden pada 24 Oktober 2025, Daffa mendoakan kesehatan Presiden dan berharap kunjungan ke SRMP 11 Bandung Barat.
Komitmen Mengubah Nasib
Dalam acara halalbihalal bersama TNI dan Polri di Balai Kartini, Jakarta, pada Selasa, 6 Mei 2025, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Ia menampilkan foto seorang anak bernama Naila dan kondisi rumahnya, menjelaskan situasi ekonomi keluarganya yang penghasilannya di bawah Rp1 juta dengan lima tanggungan. “Namanya Naila. Orang tuanya penghasilan di bawah Rp1 juta padahal jumlah tanggungan lima orang. Itu rumahnya di kanan. Yang menarik bagi saya, rumahnya seperti ini Naila masih bisa senyum,” ujar Prabowo.
Presiden menyatakan tekadnya untuk memperjuangkan masa depan anak-anak miskin seperti Naila. “Ini perjuangan kita. Sisa hidup saya adalah untuk mengubah nasib Naila-Naila lain di Indonesia. Kalau ada yang tanya, ‘apakah mungkin?’, harus mungkin,” tegasnya.
Apresiasi untuk Pendukung Sekolah Rakyat
Perhatian Presiden tidak hanya tertuju pada siswa, tetapi juga pada para pendukung penyelenggara Sekolah Rakyat. Di hadapan 154 kepala sekolah dan 2.221 guru Sekolah Rakyat dalam acara di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Jumat, 22 Agustus 2025, Presiden Prabowo memberikan hormat sebagai bentuk rasa bangga. “Saya ini prajurit, di tentara kita ada kebiasaan, kalau kita sangat bangga dengan anak buah, pemimpin harus hormat ke anak buah, saya Presiden Indonesia, saya bangga dengan kalian semua,” katanya.
Sekolah Rakyat: Strategi Pengentasan Kemiskinan
Sekolah Rakyat merupakan gagasan strategis Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem tanpa tes seleksi akademik. Hingga 2025, tercatat 166 Sekolah Rakyat Rintisan beroperasi di seluruh Indonesia dengan 15.945 siswa, didukung oleh 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan. Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen juga dimulai di 104 titik lokasi.
Selain aspek akademik, Sekolah Rakyat menekankan pembentukan anak yang pintar, berkarakter, dan terampil. Siswa dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, atau berwirausaha. Program ini terintegrasi dengan berbagai program prioritas nasional, termasuk dukungan kesehatan, gizi, dan perlindungan sosial. Intervensi juga menjangkau keluarga siswa melalui bantuan sosial dan program pemberdayaan ekonomi.
Peresmian di Banjarbaru
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin, 12 Januari 2026. Acara di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru ini juga akan menampilkan bakat dan kompetensi siswa dari berbagai Sekolah Rakyat.






