Berita

Survei LSI Denny JA: Mayoritas Publik, Termasuk Pemilih Parpol, Tolak Pilkada Lewat DPRD

Advertisement

Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan mayoritas publik, termasuk konstituen partai politik, menolak usulan pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Generasi Z menjadi kelompok usia yang paling keras menyuarakan penolakan.

Mayoritas Publik Menolak

Dalam survei yang dilakukan pada 10-19 Oktober 2025 ini, sebanyak 66,1 persen responden menyatakan tidak setuju atau kurang setuju dengan wacana pilkada tidak langsung. Angka ini menunjukkan penolakan yang signifikan terhadap sistem pemilihan yang diusulkan oleh sebagian kalangan.

Penolakan ini merata di berbagai segmen masyarakat. Baik responden yang tinggal di pedesaan maupun perkotaan sama-sama menunjukkan mayoritas penolakan terhadap pilkada melalui DPRD.

“Jadi dari data ini kita lihat bahwa di atas 65 persen menolak pilkada DPRD,” kata Peneliti LSI Denny JA, Adrian Sopa, saat merilis hasil survei di Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Generasi Z Paling Keras Menolak

Secara spesifik, Generasi Z, yaitu individu berusia di bawah 27 tahun, menunjukkan tingkat penolakan tertinggi. Dari kelompok ini, 84,0 persen menyatakan kurang setuju atau tidak setuju sama sekali dengan pilkada melalui DPRD.

Sementara itu, Milenial mencatat 71,4 persen penolakan, Generasi X 60,0 persen, dan Baby Boomer 63,0 persen. Adrian Sopa menegaskan, “Terlihat memang bahwa Gen Z memang paling keras menolak pilkada DPRD.”

Pemilih Partai Politik Juga Menolak

Menariknya, penolakan terhadap pilkada melalui DPRD juga datang dari konstituen partai politik. Adrian Sopa memaparkan data penolakan berdasarkan pemilih partai:

Advertisement

  • Partai Gerindra: 74,5% tidak setuju/kurang setuju
  • PDIP: 56,3% tidak setuju/kurang setuju
  • PKB: 67,5% tidak setuju/kurang setuju
  • Golkar: 58,3% tidak setuju/kurang setuju

“Jadi dari data ini memperlihatkan apa yang disuarakan oleh pemimpin elite partai ternyata belum diamini oleh pemilih partai yang bersangkutan,” ujar Adrian.

Hal serupa juga terjadi pada pemilih calon presiden (capres) pada pemilu sebelumnya:

  • Pemilih Anies Baswedan: 60,9% tidak setuju/kurang setuju
  • Pemilih Ganjar Pranowo: 77,5% tidak setuju/kurang setuju
  • Pemilih Prabowo Subianto: 67,1% tidak setuju/kurang setuju

Kinerja Pemerintah dan Pilkada DPRD

Survei LSI Denny JA juga menyentuh persepsi responden terhadap kinerja pemerintah terkait wacana pilkada melalui DPRD. Hasilnya menunjukkan bahwa baik responden yang menyatakan puas maupun tidak puas terhadap kinerja pemerintah mayoritas menolak usulan tersebut.

“Jadi baik yang (menyatakan) puas maupun tidak puas mayoritas menolak pilkada lewat DPRD,” pungkas Adrian.

Survei ini menggunakan metodologi multi-stage random sampling dengan 1.200 responden, wawancara tatap muka, dan kuesioner. Margin of error survei ini adalah plus minus 2,9 persen, dan dilengkapi dengan riset kualitatif.

Advertisement