JAKARTA – Kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, kembali dilanda aksi tawuran pada Kamis (1/1/2026). Menanggapi insiden tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengamanan dan pencegahan melalui pengerahan Satgas Jaga Jakarta di wilayah yang dinilai rawan.
Fokus pada Pendekatan Preventif dan Komprehensif
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, menyatakan bahwa Pemprov DKI tetap memprioritaskan pendekatan preventif dan komprehensif dalam menangani persoalan tawuran.
“Langkah Pemprov saat ini tetap fokus pada pendekatan preventif dan komprehensif,” kata Chico saat dihubungi, Sabtu (3/1/2026).
Ia menjelaskan, Pemprov DKI telah menjalin koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Polri, TNI, Satpol PP, serta jajaran pemerintah daerah dari tingkat camat, lurah, hingga RT/RW. Selain itu, dialog dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama juga terus digalakkan. Upaya ini diwujudkan melalui patroli rutin, dialog antarwarga, dan pencegahan dini di titik-titik rawan.
Program Sosial untuk Energi Positif Anak Muda
Selain pengamanan, Pemprov DKI juga berupaya memperkuat program sosial yang ditujukan bagi generasi muda agar terhindar dari keterlibatan tawuran. Program-program ini mencakup penyediaan lapangan kerja, fasilitas olahraga, dan berbagai kegiatan produktif lainnya.
“Kita ingin energi anak-anak muda ini tersalurkan ke hal-hal yang positif,” ujar Chico.
Satgas Jaga Jakarta sebagai Garda Terdepan
Sejak November 2025, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah membentuk dan meresmikan Satgas Jaga Jakarta. Satgas ini secara khusus dibentuk untuk menangani isu-isu kerawanan sosial, termasuk tawuran, konflik antarwarga, dan kriminalitas.
“Satgas ini melibatkan kolaborasi lintas elemen, termasuk Forkopimda, tokoh masyarakat, dan warga, dengan pendekatan humanis melalui informasi dini, koordinasi cepat, dan tindakan terukur,” jelas Chico.
Untuk kawasan yang kerap menjadi lokasi gesekan seperti Manggarai, Satgas Jaga Jakarta akan berperan sebagai garda terdepan dalam monitoring dan pencegahan potensi konflik antarwarga. Pemprov DKI juga mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui program aduan #JagaJakarta, yang dapat dimanfaatkan warga untuk melaporkan potensi konflik.
Berbagai program berbasis sosial dan keagamaan, seperti kegiatan Manggarai Bersholawat, juga terus dijalankan sebagai bagian dari upaya meredam konflik.
Kronologi Tawuran di Kolong Flyover Manggarai
Sebelumnya, aksi tawuran kembali terjadi di kolong flyover Manggarai, Jakarta Selatan. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (1/1) pukul 18.10 WIB itu melibatkan dua kelompok warga dari RW 04 (Gang Tuyul) dan RW 12 (Gang Magasen).
Kapolsek Tebet Kompol Iwan Gunawan melaporkan bahwa kedua kelompok saling serang menggunakan petasan dan batu di terowongan Manggarai.
“Tidak lama kemudian, warga RW 04 dan RW 012, tiba-tiba kedua kelompok kurang lebih 20 orang saling menyerang, melempar batu, dan petasan di terowongan Manggarai,” kata Iwan kepada wartawan.
Piket Fungsi Polsek Tebet bersama tim Presisi Polres Metro Jakarta Selatan segera mendatangi lokasi dan berhasil membubarkan tawuran tersebut.
“Piket Fungsi dan Presisi Polres dapat mendorong mundur kedua belah pihak dan mengimbau warga untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Pukul 18.20 WIB, tawuran dapat dibubarkan, situasi aman dan kondusif,” ujarnya.
Personel Polsek Tebet hingga kini terus melakukan patroli jalan kaki dari gang ke gang di wilayah RW 04 dan RW 012 Kelurahan Manggarai. Iwan memastikan tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa ini.






