Selebriti

Jessica Iskandar: Keberanian Aurelie Moeremans Bersuara Jadi Pelajaran Penting

Advertisement

Isu child grooming kembali mengemuka setelah aktris Aurelie Moeremans merilis buku terbarunya, Broken Strings. Buku tersebut mengungkap pengalaman kelam pribadinya, memantik respons dari berbagai figur publik, termasuk Jessica Iskandar.

Jessica Iskandar Petik Pelajaran

Jessica Iskandar berharap keberanian Aurelie Moeremans untuk bersuara dapat menginspirasi perempuan lain agar berani berbicara dan pulih dari trauma. Ia menekankan pentingnya kesembuhan dari trauma dan keluar dari belenggu pengalaman buruk.

“Mudah-mudahan selain bercerita juga mudah-mudahan yang mungkin mengalami hal yang tidak baik itu bisa sembuh dari traumanya. Dan mungkin kalau sedang menjalaninya bisa keluar dari belenggu itu. Atau yang mungkin sekarang jadi remaja atau punya anak, itu bisa kita saling belajar bahwa itu bisa saja terjadi,” ujar Jessica Iskandar saat ditemui di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, kemarin.

Peran Orang Tua dan Komunikasi Terbuka

Menurut Jessica, peran orang tua dan komunikasi yang terbuka dalam keluarga adalah kunci penting untuk mencegah kasus serupa. Ia juga mengingatkan para remaja untuk lebih waspada dan tidak ragu berkomunikasi dengan orang tua.

“Dan sebagai orang tua kita harus berusaha untuk terbuka dengan anak, berusaha untuk membuat rumah itu jadi tempat ternyaman. Dan kalau kita sebagai remajanya ya kita harus lebih berhati-hati, lebih membuka komunikasi dengan orang tua, kayak gitu sih. Jadi pelajaran yang bagus banget,” tambahnya.

Advertisement

Pesan untuk Perempuan dan Mengenali Batas Diri

Jessica menyampaikan pesan kuat bagi perempuan yang mengalami pengalaman serupa, menekankan pentingnya mengenali batas diri dan mencintai diri sendiri sebagai langkah awal perlindungan.

“Kalau buat aku sih pesannya adalah kita harus mengetahui mana yang baik dan mana yang benar. Setidaknya kita harus tahu batas. Pertama-tama aku selalu ajarin anak-anak aku untuk sayangi dirimu sendiri dulu sebelum kamu menyayangi orang lain. Jadi di saat kamu tahu diri kamu sakit, ya di situlah… berarti itu udah batas. Berarti di situ kamu harus save yourself, karena kamu harus sayang diri kamu,” ungkapnya.

Menyinggung Sisi Pelaku dan Luka Batin

Tak hanya menyoroti korban, Jessica juga menyinggung sisi pelaku. Ia menilai perilaku menyimpang kerap berakar dari luka batin dan pengalaman masa kecil yang belum terselesaikan.

“Ya gimana ya… Itu juga penyakit sih. Jadi kayak harus disembuhkan juga menurutku. Karena kadang orang yang terlalu cemburuan, orang yang melakukan hal yang tidak sebaiknya pada orang lain, itu sebenarnya karena diri mereka tuh insecure. Mereka kurang merasa kasih sayang dan kurang didengar, dan mereka mendapatkan perlakuan yang tidak baik mungkin saat mereka kecil atau ada sesuatu yang tidak baik yang terjadi pada orang tersebut. Jadi membuat trauma yang dia enggak bisa sembuhkan tapi dia malah melukai orang lain,” pungkasnya.

Advertisement