Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Mata Universitas Sriwijaya (Unsri) di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang dihentikan sementara oleh Kementerian Kesehatan menyusul dugaan perundungan dan pemerasan yang dialami oleh mahasiswa berinisial OM oleh seniornya. Insiden ini bahkan disebut membuat korban nyaris melakukan percobaan bunuh diri.
Penghentian Sementara PPDS Mata Unsri
Kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI) RS Mohammad Hoesin Palembang, Wijaya, membenarkan adanya penghentian sementara program tersebut. “Iya benar, dan kemarin diberi tahunya dan sejak kemarin PPDS Mata FK Unsri di berhentikan sementara waktu,” ujar Wijaya kepada detikSumbagsel, Selasa (13/1/2026).
Wijaya menjelaskan bahwa penghentian ini dilakukan karena kasus perundungan dan pemerasan tersebut telah berulang kali terjadi. Ia menambahkan, dampak dari perundungan tersebut cukup serius sehingga Kementerian Kesehatan mengeluarkan instruksi untuk menghentikan sementara PPDS Mata FK Unsri.
Tujuan Perbaikan Sistem Pembelajaran
Menurut Wijaya, penghentian sementara ini bertujuan untuk memberikan waktu dan ruang bagi Fakultas Kedokteran (FK) Unsri dan RSMH untuk memperbaiki sistem pembelajaran dan proses pendidikan. “Jadi pemberhentian sementara ini, untuk memberikan waktu dan ruang kepada FK Unsri dan RSMH untuk memperbaiki sistem dan proses pembelajaran PPDS. Makanya diputuskan untuk menghentikan sementara. Agar FK Unsri dan RSMH membereskan dan memperbaiki sistem pembelajaran dan proses pendidikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wijaya menyatakan bahwa Kementerian Kesehatan tidak menetapkan batasan waktu spesifik untuk penghentian ini. Namun, Kemenkes akan memantau tindak lanjut dari FK Unsri dan RSMH dalam menyusun langkah-langkah strategis bersama untuk mengatasi permasalahan tersebut.






