Berita

Tiang Listrik di Jakarta: Papan Iklan Liar Siang Hari, Penanda Ronda Malam Hari

Advertisement

Tiang-tiang listrik di sejumlah permukiman Jakarta tidak hanya menjalankan fungsi utamanya sebagai penyangga jaringan kabel. Objek vital ini juga kerap ‘menanggung beban’ tambahan, mulai dari ditempeli berbagai macam stiker iklan hingga dipukul oleh petugas ronda setiap malam sebagai penanda patroli.

Pantauan di kawasan permukiman penduduk, tepatnya di wilayah RW 015, Cengkareng Timur, Jakarta Barat, menunjukkan kondisi yang nyaris serupa pada setiap tiang listrik yang berdiri di sudut-sudut jalan. Permukaannya dipenuhi oleh tempelan stiker yang menawarkan jasa sedot WC, tukang bangunan, hingga pinjaman uang. Sebagian stiker terlihat sudah mengelupas dan pudar warnanya, menyisakan bekas lem yang lengket dan menghitam.

Hampir tidak ada tiang listrik yang luput dari praktik penempelan stiker liar ini. Di satu tiang, stiker iklan sedot WC bahkan ditempel berlapis-lapis, menutupi stiker lama yang belum sempat dilepas. Nomor telepon dicetak dengan ukuran besar, seolah bersaing untuk menarik perhatian setiap orang yang melintas.

Namun, fungsi tiang listrik di kawasan ini tidak berhenti sekadar menjadi papan iklan. Ketika jam menunjukkan pukul 01.00 WIB, suara ‘duk..duk..’ mulai terdengar. Seorang petugas hansip memukul tiang listrik menggunakan benda keras, menandai dimulainya patroli malam. Bunyi serupa akan kembali terdengar sekitar pukul 02.00 WIB. Menjelang waktu Subuh, sekitar pukul 04.00 WIB, pukulan kembali bergema, kali ini sebanyak empat kali.

Pola pemukulan tiang listrik ini konsisten dan telah berlangsung selama puluhan tahun. “Pukulan itu tanda ke warga kalau hansip masih keliling,” ujar Ketua RT 011, Wagino (60), saat ditemui di Kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu (10/1/2026).

Advertisement

Menurut Wagino, sejak ia mulai menetap di kawasan tersebut pada tahun 1993, tradisi memukul tiang listrik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas malam. Tiang listrik pun bertransformasi menjadi alat komunikasi sederhana antara petugas ronda dan warga.

Meskipun demikian, bunyi pukulan tiang listrik di tengah malam justru memberikan rasa aman bagi sebagian warga. Nur, salah seorang warga, mengaku bahwa ketika malam terasa terlalu sunyi tanpa suara patroli, justru muncul rasa was-was. “Kalau dengar bunyi itu, rasanya tenang. Berarti masih ada yang jaga,” katanya.

Di tengah pesatnya perkembangan kota yang semakin dipenuhi sistem keamanan modern, tiang listrik tetap setia menjalankan perannya. Ditempeli stiker di siang hari dan dipukuli setiap malam, tiang-tiang ini menjadi saksi bisu dinamika kehidupan di Ibu Kota.

Advertisement