Dua perwakilan keluarga korban tenggelamnya kapal pinisi Putri Sakinah di Selat Pulau Padar, Jumat (26/12/2025) malam, memohon kepada tim SAR gabungan untuk memperpanjang masa pencarian satu anak laki-laki pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, yang masih belum ditemukan. Permohonan ini disampaikan dengan penuh haru dalam rapat evaluasi Tim SAR gabungan di Posko Operasi SAR, Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Rabu (7/1/2026) malam.
Permohonan Haru Keluarga
Dalam video yang dibagikan oleh Basarnas Maumere, terlihat momen emosional ketika keluarga korban membungkukkan badan dan mengatupkan tangan, memohon agar pencarian dapat dilanjutkan. Mereka berharap dapat pulang dengan membawa seluruh anggota keluarga.
Proses pencarian korban seharusnya ditutup pada hari ke-13, Rabu (7/1/2026), setelah dua kali perpanjangan sejak insiden kapal tenggelam. Namun, keinginan keluarga untuk menemukan putra mereka mendorong permohonan perpanjangan operasi SAR.
Mereka didampingi oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, Budi Widjaja, yang turut menerjemahkan permohonan keluarga ke dalam Bahasa Indonesia.
“Kami dari pihak keluarga mohon kepada teman-teman, sebagai seorang bapak, seorang ibu, seorang anak memahami bagaimana kehilangan. Kami mohon untuk bisa mendapat tambahan waktu (pencarian korban) agar bisa pulang dengan semua anggota keluarga,” ujar salah satu perwakilan keluarga yang diterjemahkan oleh Budi.
Advertisement
Perpanjangan Operasi SAR
Menanggapi permohonan tersebut, Basarnas memutuskan untuk kembali memperpanjang masa operasi pencarian korban tenggelamnya KM Putri Sakinah hingga 9 Januari 2026. Hingga pencarian hari ke-13, masih tersisa satu korban yang belum ditemukan, yaitu anak laki-laki pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando.
Kepala Kantor Basarnas Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, menyampaikan hasil kesimpulan rapat evaluasi bersama unsur tim SAR gabungan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (7/1/2026) malam.
“Hasil kesimpulan, pencarian akan kembali kami laksanakan perpanjangan selama satu sampai dua hari,” kata Fathur Rahman.
Keputusan ini memberikan harapan baru bagi keluarga korban untuk dapat menemukan anggota keluarga mereka yang masih hilang.






